Kau cintaku! Aku mendengar panggilanmu dari balik lautan dan telah kurasakan sayap-sayapmu membelaiku. Aku telah bangun dan kutinggalkan bilikku dan pergi ke ladang-ladang.
Kaki dan kerudung jubahku basah oleh embun malam. Aku berdiri di bwah pohon Almond berbeunga dan mendengarkan panggilan jiwamu, Cintaku.
Bicaralah, kekasihku, dan biarkan napasmu mengalir bersama angin yangberhembus ke arahku dari lembah-lembah.
Bicaralah !
Hanya aku yang mendengar, sebab kegelapan sudah menuntun semua ciptaan untuk kembali ke sarangnya. Seluruh penghuni kota sudah tenggelam dalam tidurnya dan hanya akulah yang masih mendengarkan
(Kahlil Gibran)
[Selamat Datang Di Duniaku, Tanggalkan persepsi moralitasmu sebelum kau menyelusurinya, karena kau akan menggap ini adalah sebuah jurnal orang gila belaka] |